Bapelkes Cikarang
  • Languages
<

Artikel

Paradigma Baru Hubungan Dokter dan Pasien

Ringkasan

Bertambahnya permasalahan tuntutan seorang pasien terhadap dokternya salah satunya disebabkan oleh buruknya komunikasi yang dijalin oleh keduanya. Alamiahnya hubungan keduanya bukanlah sebuah hubungan yang setara, melainkan sebuah hubungan yang sudah secara alamiah asimetris, dan banyak disebut bahwa hubungan keduanya merupakan sebuah hubungan paternalistik. Tuntutan mutu pelayanan yang baik menjadikan paradigma hubungan dokter dan pasien ini bergeser bukan lagi sebuah hubungan yang asimetris. Dokter di tuntut untuk melakukan komunikasi yang baik agar pasein berdaya akan penyakit yang dideritanya, bagaimana seorang pasien mengetahui apa penyakitnya, penatalaksanaanya dan perjalanan kedepan.

Kata Kunci

Hubungan dokter dan pasien, patient centre care

Latar Belakang

Dengan bergulirnya waktu bahwa setiap sarana  pelayanan kesehatan harus berpacu dengan mutu dan kepuasan pelanggan, dan kesemuanya adalah dalam rangka menjadikan pasien sebagai pusat perhatian pelayanan kesehatan ( Patient Centre Care) , pasien  memerlukan informasi dan pelayanan yang berkaitan dengan penyakitnya, bagaimana penatalaksanaannya dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut ke depannya. Pasien harus diberikan infoemasi yang benar tentang penyakitnya, persepsi pasien akan penyakitnya harus di luruskan dengan kata lain menyamakan persepsi antara pasien dan petugas kesehatannya, apa yang terjadi dan dialami oleh pasien tersebut dengan penyakitnya dan disitupun pasien diberikan keleuasaan untuk menetukan apa yang terbaik bagi dirinya terkait penyakitnya setelah menerima masukan yang berasal dari tenaga kesehatan.

Bukanlah hal yang baik untuk memaksakan segala bentuk tindakan untuk penyakit pasien apabila pasien tersebut tidak dapat menerima keadaan tersebut dengan baik. Disinilah bagaimana seorang tenaga kesehatan menempatkan posisinya sebagai pasien, sehingga mampu berbuat terbaik bagi perjalanan penyakit pasien.

Permasalahan

Keputusan sebuah penatalaksanaan suatu penyakit sudah selayaknya adalah hasil keputusan bersama antara pasien dan dokter dengan segala pertimbangan dan informasi yang lengkap tentang penyakit yang diderita oleh seorang pasien, dibutuhkan usaha yang besar dalam rangka menyampaikan informasi yang baik tentang suatu penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan yang notabene jumlah pasien dengan jumlah tenaga kesehatan yang perbandingannya belum seimbang, karenanya dibutuhkan strategi dan kolaborasi yang baik antar tenaga kesehatan

Tinjauan pustaka dan landasan teori

Dari jurnal internasional tentang kesehatan anak dilakukan sebuah penelitian tentang apakah ada hambatan dalam berkomunikasi antara seorang dokter dan ibu dari pasien anak, didapatkan dari 800 orang pasien anak 18 % tidak puas dengan penjelasan dokter selama melakukan komunikasi di ruang periksa, dan 40% merasa sangat puas  komunikasi dengan dokter. Dan waktu terbanyak untuk dilakukan komunikasi yang efektif  adalah antara 6 sd 10 menit dengan kepuasan sampai dengan 75 %, hal ini menunjukan bahwa lamanya waktu berkomunikasi tidak berbanding lurus dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan informasi tentang penyakitnya, yang terpenting adalah isi informasi yang disampaikan oleh dokter kepada pasien terkait penyakitnya.

Jurnal internasional yang selanjutnya tentang bagaimana kepuasan pasien dipengaruhi oleh prinsip patient care centre yang dilakukan oleh dokter dan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang berbanding lurus antara kepuasan pasien dan patient centre care yang sudah dilakukan dokter dan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga berdampak pada peningkatan mutu pelayanan kesehatan

Berdasarkan guideline yang dikeluarkan oleh WHO tentang strategi pelayanan kepada pasien di fasilitas kesehatan  maka hal-hal yang perlu dikomunikasikan dengan pasien adalah sebagai berikut :

  1. Pendidikan kesehatan

Pendidikan ini disampaikan kepada pasien, keluarga maupun pihak provider ( asuransi) yang tentang penyebab penyakitnya, bagaimana  perjalanan penyakit tersebut, bagaimana komplikasinya, bagaimana penatalaksanaan dan tindakannya hingga prognosis dari penyakit tersebut,

Hal terberat adalah menyamakan persepsi yang sama antara tenaga kesehatan, pasien dan keluarga, hal ini dikarenakan berbagai faktor yang melatar belakanginya seperti pendidikan, nilai budaya dan sosial.

  1. Pengambilan keputusan bersama

disini juga pasien dan keluarga harus diberikan peran untuk bertanya, untuk menentukan pilihan penatalaksanaan atau tindakan dari penyakitnya tersebut

  1. Informasi tentang perjalanan dan penanganan penyakitnya

Informasi ini disampaikan oleh dokter yang dapat di bantu oleh tenaga kesehatan lainnya

  1. Keterlibatan komunitas dalam membantu penyembuhan penyakitnya

Pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan perlunya group support terhadap komunitas pasien terutama dengan penyakit kronis sehngga dapat di kelola dan dipantau secara terus menerus di dalam sebuah komunitas, hal ini memberikan efek psiklogis yang baik untuk kesembuhan, disinilah pasien di edukasi tentang penyakit yang dideritanya

  1. Sistem rujukan

Di dalam penanganan suatu penyakit haruslah jelas prosedur penatalaksanaannya, kapan seorang pasien dapat di kelola di tingkat puskemsas atau harus dirujuk ke fasilitas selanjutnya.

Hal tersebutlah yang harus disampaikan pada saat pasiendan dokter bertemu di ruang periksa, sehingga pasien tahu betul apa yang terjadi dengan dirinya,apa yang haus dia lakukan terkait penyakit yang di deritanya dan mengetahui bagaimana perkembangan penyakitnya ke depan.

Di fasilitas kesehatan yang ada di Indonesia , perbandingan jumlah pasien dan dokter masih belum seimbang, bagaimana strategi agar terjalin komunikasi yang baik antara dokter dan pasien? Salah satu strteginya adalah sebagai berikut :

  1. Buatlah leaflet kecil terkait penyakit yang terbanyak di fasilitas kesehatan dimana anda bekerja
  2. Berusahalah agar pasien mencoba menjelaskan kembali apa saja yang sudah djelaskan oleh dokter yang berkaitan dengan hal penting terkait penyakitnya
  3. Pastikan bahwa informasi yang disampaikan dimengerti dengan baik oleh pasien
  4. Berkolaborasilah dengan tenaga kesehatan lainnya untuk dapat menjelaskan dengan baik terkait penyakit – penyakit terbanyak yang ada di fasilitas kesehatan tempat anda bekerja
  5. Buatlah ruang khusus untuk berkonsultasi, gunakan fasilitas yang ada sehingga informasi suatu penyakit dapat mudah diterima oleh pasein

Simpulan

Paradigma hubungan pasien dan dokter sudah bergerak kearah hubungan yang simetris, karena semua berkomitmen akan memberikan pelayanan terbaik untuk pasien dalam menghadapi penyakitnya, bagaimana pasien harus berdaya dalam memberikan keputusan untuk penanganan penyakitnya. Tenaga kesehatan sudah dituntut untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang akan berdampak bagi kelangsungan fasilitas kesehatan dimana dia bekerja.

Daftar Pustaka

  • WHO, Who Global Strategy on integrated people – centered health service 2016 – 2026, Switzerland, 2015
  • Barbara M, Korsch MD, Gaps In Doctor Patient Communication, Journal Of American Academy Pediatric ,2017
  • Per Hjortdahl, Even laerum, BMJ Jurnal, 1998

leave a comment